Rabu, 10 Februari 2016


DEUTEROMYCOTA
Deuteromycota berasal dari 2 kata yaitu deutero yang artinya urutan kedua atau tidak sempurna, dan mycota yang artinya fungi. Jadi, ia adalah jamur kelas dua atau jamur yang tidak sempurna.Deuteromycota awalnya adalah suatu kelas dari jamur yang setara dengan Basidiomycota, Ascomycota, dan sebagainya yang hanya diobservasi dari morfologi dan fisiologinya saja, namun cara perkembangbiakan secara generatif tidak atau belum ditemukan atau belum diketahui. Semua jamur yang "tidak jelas" seperti itu masuk ke Deuteromycota. Namun sejak tahun 1990an, takson Deuteromycota sudah tidak ada lagi, para ahli mycologi sepakat untuk memasukkan jamur-jamur yang ada pada Deuteromycota ke kelas lain sesuai dengan aspek fisiologis dan morfologisnya, lalu dengan adanya konsep pengklasifikasian berbasis DNA, jamur-jamur ex-Deuteromycota berpindah-pindah lagi, namun bukan secara kelas melainkan pada tingkatan famili atau genus. 
Jamur Deuteromycota adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia dan belum diketahui tahap seksualnya. Tidak ditemukan askus maupun basidium sehingga tidak termasuk dalam kelas jamur Ascomycota atau Basidiumycota. Oleh karena itu, jamur Deuteromycota merupakan jamur yang tidak sempurna (jamur imperfeksi).
       Divisi ini disebut juga ‘fungi imperfecti’ atau jamur tidak sempurna.Divisi ini seolah dibuat untuk mengelompokkan semua jamur yang tidak termasuk ke dalam divisi lainnya.Ciri utama dari divisi ini adalah belum diketahuinya reproduksi seksual selama siklus hidupnya.Jamur Deuteromycota hanya ditemukan di daratan.Sebagian besar anggota divisi ini kemungkinan berkerabat dengan Ascomycota karena adanya pembentukan konidia.Sisanya kemungkinan adalah Zygomycota dan Basidiomycota yang tidak melakukan reproduksi seksual. Jika studi lebih lanjut pada suatu spesies Deuteromycota menunjukan adanya reproduksi seksual, maka spesies itu akan dikeluarkan dari divisi ini.



A.   Karasteristik Deuteromycota
Jamur Deuteromycota memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.    Hifa bersekat
2.    Tubuh berukuran mikroskopis  
3.    Bersifat multiseluler
4.    Tidak berklorofil
5.    Eukariotik
6.    Heterotrof
7.    Dinding sel tersusun atas zat kitin
8.    Tergolong kedalam fungi imperfect yang banyak menimbulkan penyakit pada tanaman budidaya dan manusia.
9.    Merupakan fungi yang tidak sempurna karena tidak memiliki askus/ basidium.
10.  Bersifat parasit pada ternak dan ada yang hidup saprofit pada sampah dan sisa-sisa makanan
11.  Reproduksi aseksual dengan konidium dan seksual belum diketahui
12.  Hidup didaratan dan tempat lembab.

B.  Cara Hidup Deuteromycota
Jamur menyerap zat organik dari lingkungannya. Sebelum diserap, zat organik kompleks akan diuraikan menjadi zat organik sederhana oleh enzim yang dikeluarkan jamur. Penguraian atau pencernaan zat organik di luar sel atau tubuh jamur ini disebut sebagai pencernaan ekstraseluler. Bahan organik yang diserap selain digunakan langsung untuk kelangsungan hidupnya, juga ada yang disimpan dalam bentuk glikogen.

Jamur bersifat heterotrof atau memperoleh zat organik dari hasil sintesis organisme lain. Zat organik dapat berasal dari sisa-sisa organisme mati dan bahkan tak hidup atau dari organisme hidup. Berdasarkan cara memperoleh makanannya, jamur bersifat saprofit, parasit, dan mutual. Lihat Gambar 1.6.


^Gambar 1.6 (a) Jamur saprofit yang tumbuh pada serasah, (b) Ustilago, jamur parasit pada tanaman jagung, dan (c) mikoriza, jamur mutual pada jaringan akar tanaman (tanda panah)

Saprofit
Jamur yang bersifat saprofit memperoleh zat organik dari sisa-sisa organisme mati dan bahan tak hidup. Misalnya serasah (ranting-ranting dan daun yang telah gugur dan melapuk), daun, pakaian, dan kertas. Jamur dengan sifat ini di alam berperan sebagai pengurai (dekomposer) utama. Penguraian oleh jamur menyebabkan pelapukan dan pembusukan.

Parasit
Jamur yang bersifat parasit memperoleh zat organik dari organisme hidup lain. Jamur dengan sifat ini merugikan organisme inangnya karena dapat menyebabkan penyakit.

Mutual
Jamur dengan sifat mutual hidup saling menguntungkan dengan organisme inangnya. Contohnyam jamur yang bersimbiosis dengan ganggang hijau biru atau ganggang hijau membentuk lumut kerak (lichen). Jamur membantu ganggang menyerap air dan mineral, sedangkan ganggang akan menyediakan bahan orgnaik hasil fotosintesisnya bagi jamur. Contoh lain adalah jamur yang bersimbiosis dengan akar tanaman tingkat tinggi membentuk mikoriza. Jamur akan meningkatkan penyerapan air dan mineral dari tanah oleh akar tumbuhan.


C.  Reproduksi Deuteromycota

         Fase pembiakan secara vegetative pada monilia sp. Ditemukan oleh dodge (1927) dari amerika serikat, sedangakan fase generatifnya ditemukan oleh dwidjoseputro (1961), setelah diketahui fase generatifnya, kenudian jamur ini dimasukkan golongan ascomycocetes dan diganti namanya menjadi Neurospora sitophilla atau Neurospora crassa.

          Reproduksi generative monilia sp dengan menghasilkan askospora. Askus – askus yang tumbuh pada tubuh buah dinamakan peritesium, tiap askus mengandung delapan spora. Contoh lain jamur yang tidak diketahui alat reproduksi seksualnya antara lain : chalado sporium, curvularia, gleosporium, dan diploria. Untuk memberantas jamur ini digunakan fungisida , misalnya lokanol dithane M-45 dan copper Sandoz.



D.  Contoh Deuteromycota

Jamur Deuteromycota juga ada yang bermanfaat, yaitu Aspergillus. Aspergillus ada yang telah memasukkannya ke dalam Ascomycota. Akan tetapi, ada pula yang memasukkannya ke dalam Deuteromycota.

Aspergillus bersifat saprofit dan terdapat di mana-mana, baik di negara tropika maupun subtropika. Aspergillus hidup pada makanan, sampah, kayu, dan pakaian. Hifa Aspergillus bercabang-cabang. Pada hifa tertentu muncul konidior (pembawa konidia) yang memiliki konidiaspora yang tumbuh radial pada konidiofor. Coba perhatikan jamur berwarna kekuningan atau kecokelatan pada roti dan periksalah dengan mikroskop.

Beberapa di antara spesies Aspergillus ada yang digunakan untuk proses pengolahan makanan, misalnya:
·         Aspergillus niger untuk menjernihkan sari buah


·         Aspergillus oryzae digunakan untuk melunakkan adonan roti
·         Aspergillus wentii digunakan untuk pembuatan kecap, tauco, sake, dan asam oksalat.




Kesimpulan

1.    Deuteromycota adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia dan belum diketahui tahap seksualnya. Tidak ditemukan askus maupun basidium sehingga tidak termasuk dalam kelas jamur Ascomycota atau Basidiumycota. Oleh karena itu, jamur Deuteromycota merupakan jamur yang tidak sempurna (jamur imperfeksi).
2.    Deuteromycota memiliki karakteristik yaitu Hifa bersekat, Tubuh berukuran mikroskopis, Bersifat multiseluler, Tidak berklorofil, Bersifat parasit pada ternak dan ada yang hidup saprofit pada sampah dan sisa-sisa makanan dan Reproduksi aseksual dengan konidium dan seksual belum diketahui.
3.    Jamur ini bersifat saprofit di banyak jenis materi organik dan sebagian yang lain hidup sebagai parasit pada tanaman tingkat tinggi, dan perusak tanaman budidaya dan tanaman hias.
4.    Jamur ini hanya diketahui cara reproduksi aseksualnya saja oleh karena itu sering disebut fungi imperfecti atau jamur tidak sempurna. Reproduksi aseksual jamur deuteromycota yaitu dengan cara pembentukan konidia.
5.    Deuteromycota mempunyai peranan yang menguntungkan dan peranan yang merugikan.